Wednesday, January 3





Hope it is still not too late to wish y'all that!


New Year Resolution
CHANGE
To be better than yesterday.

It's easy to say, but it's hard to walk the talk .
Well, everything need to have a starting point.
Start now, or never ....



Tuesday, December 26

I love it when it comes to holiday. Weekend is the most awaited things of all days! Unfortunately, that was what i'm lacking for quite some time. If only weekends could be rewind and replay, that would be really good...

Ok, i know i'm babbling about weekend when it is actually weekdays, and i know some of you are currently working during the day. But please understand, my feeling of not having to work for a few days....it feels so nice and freeeee!!!! Eventho, i know a lot of work is still pending, but, hey, work never ends....so just buat dunno je laa...

I know that i've been working quite hard lately, no weekends for consecutively almost a month and i realised that i still have about 8 days to finish up my leaves up till the end of the year. Lately, i've been thinking that how i missed the time to hang out with friends, family and also to hangout in my own room. Felt like a robot with no life.... well, i probly did'nt really know how to manage my working life/social life till now.... I need a break from all the stressed and pressure at workplace...huih, i sounded so bad huh? But seriously, i dont really have the time for my own.... But i do hope what i've done will be appreciated and i do learned something after all.

Anyway, since Christmas day falls on Monday, i took this opportunity to planned my leaves and went for a holiday with the rest of the family to Bukit Tinggi last weekend! Will be back in the office on Thursday, Insya Allah. So, below are some of kewl selected piccas to share...




Next agenda:

New Year - I have a lot in mind. Thinking of a New Year Resolution is giving me a headache. It's like doing your IPC. Of course when i make a resolution, i would want it to be accomplished. So, will think of one that is more realistic and achievable....

Tuesday, November 28

Pengajaran melalui permainan

KENYATAAN HIDUP DISEBALIK PERMAINAN INI.

Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya
ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada
satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan
kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!",
jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"


Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian
mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa
saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya
angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka
katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi
keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun,
mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan
berhenti.


Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah
kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita
begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan
kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq
menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita
menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara
menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu.
Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti
membalik dan menukar nilai dan ketika.


"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, Zina
tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah,
tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend,
hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa,
materialistik kini menjadi suatu gayahidup dan lain lain." "Semuanya
sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit menerimanya
tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada
murid-muridnya. "Paham cikgu..."


"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Cikgu ada Qur'an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang
anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya
mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"


Murid-muridnya berpikir . Adayang mencuba alternatif dengan
tongkat,dan lain-lain.
Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia
ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet."Murid-murid,
begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya...Musuh-musuh Islam tidak akan
memijak-mijak anda dengan terang-terang...Kerana tentu anda akan menolaknya mentah
mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan
mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga
anda tidak sadar.


"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang
kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn
tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu,
kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah
dihancurkan..."


"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan
menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai
dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun
anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara
yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena
Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh
musuh musuh kita... "


"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?" tanya
murid- murid.
"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang
Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah
Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar,
akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka
akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".


"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita
berdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik takala
anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran
masing-masing di kepalanya...

Saturday, November 25

I wonder why some people always want to look bad at others.
Why do you really wanna critic them? You dont even know them at all.
Does'nt mean that they are not behaving like you, they are bad and all.
And do you really think that you are perfect enough, by saying that?

Being introvert is not wrong, and being extrovert is not bad either.
You behave depend on the situation.
If you think doing that is good for you, then do it, but dont criticize others who are not doing it. Coz for them, they might find it inappropriate.

The way you are saying is like, everyone should be doing it and that's the reason they failed.
Wow, as if you are that successful now with what you did before...

Tak semestinyer..... dont look down to people...
And what is so great of them that you really proud of? Just because you talk English fluently, do you really think that they cannot? They just dont have the chance or probly not confident enough like you. You should be thankful to God that you are given that skills, and perhaps you can help them with your skills, not by saying they are timid or wutsoever....

Please laaa.... dont let this kind of people come near me.... i dont like!!!!

Just remember one thing, what you have right now wont stay with you forever, mati nanti hilang jugak nnt!


* I'm just letting out what i feel for them.... this is so not fair .... sighh....